You are here
Home > UNHAS

Inaugurasi Universitas sebagai Perwujudan Kebersamaan

Inaugurasi tingkat himpunan ataupun tingkat Universitas belakangan ini mulai marak dipentaskan di Baruga A.P Pettarani Universitas Hasanuddin. Sebagaimana pada dasarnya, Inaugurasi merupakan ajang pengukuhan ataupun Simbolik penerimaan Mahasiswa Baru sebagai bagian dari Keluarga Mahasiswa tingkat himpunan ataupun Fakultas. Inaugurasi di UNHAS pada umumnya dibalut pentas seni yang merupakan wadah mahasiswa menampilkan minat dan bakatnya dalam seni setelah melalui berbagai rangkaian proses kaderisasi.

Sebuah kebanggaan yang luar biasa, dimana proses panjang yang dihabiskan mahasiswa untuk menyuguhkan pentas inaugurasi dapat diapresiasi dengan baik. Inaugurasi yang mengundang sorak-sorai penonton dari bebagai kalangan. Mulai dari senior, alumni, pejabat kampus, keluarga bahkan mahasiswa di luar penyelenggara inaugurasi tersebut memberikan sebuah kesan bahwa inaugurasi adalah ajang apresiasi karya yang kaya akan nilai.

Nilai kebersamaan, ketekunan, kedisiplinan, kerja keras, manajemen, dan lain-lain menjadi nilai mutlak yang diperoleh dalam menyiapkan inaugurasi. Mulai dari menyiapkan konsep acara, menyiapkan dana kegiatan, menjalankan jobdesk masing-masing, hingga manajemen waktu dalam menyiapkan dan melaksanakan teknis kegiatan. Tetes keringat, komitmen, waktu, fikiran, hingga materi menjadi harga mati yang harus dibayar demi suksesnya puncak inaugurasi yang notabenenya hanya sehari. Namun kaya akan berbagai suka dan duka yang bahkan dapat dikenang seumur hidup.

Bercermin dari nilai-nilai positif yang menjadi dalih untuk dilestarikannya Inaugurasi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan soft skillsnya maka menjadi sangat penting untuk lebih mengefektifkan transfer nilai dalam Inaugurasi ataupun proses penerimaan mahasiswa baru. Budaya yang terkesan jauh dari kesan intelektual seperti penindasan oleh senior, intimidasi, kekerasan, anti sosial, dan lain-lain harus dihapuskan. Inaugurasi yang ideal ataupun proses penerimaan mahasiswa baru yang ideal menjadi salah satu wadah strategis untuk mewujudkannya.

Kita dapat melihat dari berbagai konsep Inaugurasi ataupun proses penerimaan mahasiswa baru ideal sebagai Perwujudan Kebersamaan yang telah dilaksanakan di berbagai Unversitas di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Peranian Bogor, dan lain-lain, dimana Inaugurasi ataupun proses penerimaan mahasiswa baru mampu melibatkan sinergitas dari berbagai himpunan, dari berbagai fakultas, dan seluruh civitas akademika di kampus tersebut. UNHAS mungkin patut berbangga dengan banyaknya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menghimpun berbagai mahasiswa dari masing-masing fakultas. Namun kerja sama dan sinergitas dari berbagai mahasiswa dari tingkatan Himpunan ataupun BEM Fakultas harus lebih ditingkatkan. Contohnya dalam sebuah kegiatan yang mampu melibakan mereka seperti proses penerimaan mahasiswa baru ataupun inaugurasi tingkat Universitas.

Soekarno (1958) dalam Kuliah umum di Universitas Pajajaran menyebutkan bahwaUniversitas adalah tempat untuk memahirkan diri kita, bukan saja di lapangan technical and managerial know how, tetapi juga di lapangan mental, di lapangan cita-cita, di lapangan ideologi, di lapangan pikiran. Jangan sekali-kali universitas menjadi tempat perpecahan”.

Pernyataan Soekarno tersebut menekankan bahwa dunia Kampus merupakan wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas Mahasiswa dalam melaksanakan perannya sebagai agen perubahan, iron stock, penyambung lidah rakyat, serta moral force. Idealisme Mahasiswa seharusnya menjadi pemicu Mahasiswa untuk meningkatkan etos belajarnya, mencintai ilmunya serta mampu menjalin kerja sama dengan berbagai disiplin ilmu untuk cita-cita yang jauh lebih besar dari sekadar ego memajukan lembaga fakultas masing-masing. Karena cita-cita yang sebenarnya ialah memajukan Indonesia bahkan memajukan kehidupan dunia untuk jauh lebih baik.

Kewajiban moral Mahasiswa sebagai agen perubahan tentunya tetap kepada peningkatan etos belajar dengan rasa keingintahuan yang tinggi dalam mempersipkan dirinya dalam menghadapi kompleksitas permasalahan dunia tanpa melupakan untuk menunjukkan kontribusi nyata selama menjadi mahasiswa. Tugas Mahasiswa bukan hanya Pendidikan, tapi ada penelitian dan pengabdian yang merupakan satu kesatuan dalam tridharma perguruan tinggi.

Secara sadar dan terorganisir kampus mewadahi mahasiswa dalam lembaga kemahasiswaan untuk peningkatan kualitas dan kompetensi mahasiswa. Selanjutnya, Mahasiswa harus menentukan pilihannya sendiri. Meninggalkan segala kegiatan yang jauh dari kesan sekadar hura-hura, tidak manusiawi, dan jauh dari budaya ilmiah. Sebagai kaum intelek, budaya Intelektual harus dijunjung tinggi. Mari bersama wujudkan iklim intelektual untuk Universitas Hasanuddin yang jauh lebih baik! Appakah ini Keniscayaan atau Kemustahilan untuk jadi lebih baik? Silahkan jawab dan buktikan sendiri mental agent of change kita!

akbar

AHMAD AKBAR adalah mahasiswa Statistika FMIPA UNHAS.

Tercatat sebagai Kordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia UKM Keilmuan dan Penalaran Universitas Hasanuddin, Ketua Umum Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Hasanuddin Tahun Buku 2015, Peserta Rumah Kepemimpinan PPSDMS Angkatan 7, XL Future Leaders Batch 4. Lahir, 07 Juni 1995. Alamat: Asrama Rumah Kepemimpinan PPSDMS Makassar. BTN Antara A14/4. HP ; 089 967 23495

AktivisUNHAS
AktivisUNHAS
Ahmad Akbar merupakan Kordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin periode 2016. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Umum Koperasi Mahasiswa Unhas Tahun Buku 2015.
Top